Bupati Bangka Panggil Semua Pihak Terkait Insiden Pemukulan di Asrama ISBA Yogyakarta

    Foto: Fery Insani.(intrik.id)

    INTRIK.ID, BANGKA — Bupati Bangka, Fery Insani menyayangkan adanya insiden dugaan pemukulan yang terjadi di Asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Bangka (ISBA) Yogyakarta.

    Ia mengatakan belum bisa mengambil sikap terkait insiden tersebut karena belum mendapatkan keterangan yang butuh dari semua pihak terkait.

    “Saya sudah dengar kabarnya tengah malam tadi. Nanti kita Terima dulu informasi yang utuh dulu baru kita sikapi,” ungkapnya, Jumat (19/12/2025).

    Ia menyayangkan terjadinya insiden tersebut, namun menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami tidak bisa komentar, tapi sangat disayangkan kenapa bisa terjadi,” ujar Fery.

    Ia juga menyebut dirinya merupakan alumni ISBA Yogyakarta dan pernah tinggal di asrama tersebut, sehingga berharap semua pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak.

    “Kita akan panggil semua dulu termasuk orang tua anak itu (ketua asrama) baru kita ambil sikap,” tegas Fery.

    Insiden tersebut melibatkan Ketua Asrama ISBA Yogyakarta, Dhaifu dengan dua oknum Satpol PP Bangka saat di kamar LD 12 sekitar pukul 18.40 WIB.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Peristiwa itu bermula saat Dhaifu bersama dua rekannya sedang berbincang santai di dalam kamar dan tiba-tiba dua orang satpol PP masuk tanpa permisi dan dalam keadaan emosi.

    Kedua Satpol PP itu menanyakan asal daerah korban dan teman-temannya, lalu menyampaikan akan melakukan inspeksi tanpa koordinasi dengan penghuni asrama.

    Ketegangan terjadi saat korban mempertanyakan maksud inspeksi tersebut. Salah satu oknum Satpol PP kemudian diduga bersikap arogan, menyuruh salah satu mahasiswa keluar, menutup pintu kamar, dan melakukan tindakan fisik berupa dorongan, tamparan, serta cekikan terhadap korban.

    Usai kejadian, korban dilaporkan langsung menuju Polsek Gondomanan untuk membuat laporan. Saat pihak kepolisian tiba di lokasi, dilakukan mediasi antara korban dan terduga pelaku.

    Dalam mediasi tersebut, pelaku disebut telah meminta maaf dan mengakui perbuatannya salah, meski penjelasan kronologi dinilai berbeda dengan pengakuan korban.

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg

    Aksi Heroik Berujung Duka, ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Meninggal Setelah Terjun Selamatkan Rekan

    Aksi Heroik Berujung Duka, ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Meninggal Setelah Terjun Selamatkan Rekan

    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Niat Menolong Rekan Berujung Hilang Bersama, Dua ABK Terseret Arus di Perairan Lubuk Besar

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik