
“Budidaya bebek, ayam, cabai, jagung, pemberdayaan kelompok tani semuanya berhasil. Hanya saja, kami ada sedikit kendala dibudidaya udang air tawar,” ujarnya.
Zaiwan melanjutkan, upaya budidaya udang di desa ini mengalami kendala, terutama karena musim kemarau yang panjang dan banyaknya serangan hama ikan delak.
“Ada alokasi untuk udang lobster air tawar yang kami alokasikan sekitat 10 persen atau sekitar 15 juta dan mengalami gagal panen karena faktor alam dan juga hama ikan delak,” ungkapnya.
Zaiwan menyebutkan, budidaya udang tersebut menghadapi kesulitan saat musim kemarau panjang melanda daerah tersebut. Air kolam tempat pengairan sawah tersebut mengalami kekeringan dan banyak hama ikan delak. Padahal, pengairam tersebut menjadi tempat budidaya udang sehingga mengalami kekeringan dan menyebabkan kematian massal udang dalam kolam.
“Kami tertarik karena desa kurau mampu dan berhasil. Kami juga sudah siapkan 2 ribu bibit diawal dan target kami 27 ribu bibit nantinya dengan menggunakan metode mina padi,” jelas Zaiwan.