BMKG Tegaskan Angin Kencang di Rancaekek Bandung Bukan Tornado

    Angin puting beliung di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat (Instagram: @infobandungraya)

    INTRIK.ID – Fenomena angin berkecepatan tinggi yang terjadi di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, 21 Februari 2024 lalu menjadi sorotan banyak pihak termasuk BMKG.

    Kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa angin berkecepatan 65Km/jam yang terjadi di Rancaekek Bandung beberapa waktu lalu termasuk angin puting beliung.

    “Kalau yang kemarin itu kecepatan rata-ratanya belum mencapai 100Km/jam,” tutur Dwikorita.

    “Kalau Tornado itu kecepatan minimum 100Km/jam, namun tidak menutup kemungkinan bisa meningkat,” lanjutnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Kepala BMKG tersebut mengimbau pada masyarakat agar dapat senantiasa waspada jika melihat adanya fenomena awan gelap.

    “Itu dipicu awan-awan, kareba awan-awannya merata bisa saja berbagai wilayah di Indonesia, artinya perlu waspada sehingga kalau kita sudah lihat awannya sudah gelap, paling tidak kita mencari perlindungan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Ahli Klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. Dalam akun X nya @EYulihastin, menjelaskan ciri dari tornado.

    Menurutnya, Tornado mempunyai skala kekuatan angin lebih tinggi dan radius lebih luas.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Dalam kajian kami di BRIN, angin puting beliung terkuat 56 Km/jam, sudah pernah lihat film Twister 1996?,” tulis sang peneliti di akun X nya.

    Erma menjelaskan bahwa durasi dalam kasus puting beliung yang biasa terjadi di Indonesia hanya sekitar 5 sampai 10 menit, itu pun sudah sangat lama.

    “Jadi bagaimana, kalian sudah percaya sekarang kalau badai tornado bisa terjadi di Indonesia? Kamajaya sudah memprediksi ” eksteme Event”, 21 Februari,” lanjutnya.

    Angin kencang yang terjadi di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu hingga kini masih menjadi bahan perbincangan banyak pihak khususnya BMKG dan BRIN.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sesak Napas di Puncak Bukit Kejora, Pendaki Pangkalpinang Dievakuasi Tim SAR

    Sesak Napas di Puncak Bukit Kejora, Pendaki Pangkalpinang Dievakuasi Tim SAR

    Lebih 24 Jam Dicari, Warga Lubuk Laut Sidi Akhirnya Ditemukan

    Lebih 24 Jam Dicari, Warga Lubuk Laut Sidi Akhirnya Ditemukan

    Warga Lubuk Laut Bangka Tengah Dilaporkan Hilang, Sudah 24 Jam Belum Ditemukan

    Warga Lubuk Laut Bangka Tengah Dilaporkan Hilang, Sudah 24 Jam Belum Ditemukan

    Dua Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Berdekatan di Bangka Selatan, Tim SAR Bergerak Cepat

    Dua Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Berdekatan di Bangka Selatan, Tim SAR Bergerak Cepat

    Dewan Tak Siap, Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan 4 Raperda Bangka Tengah Tertunda

    Dewan Tak Siap, Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan 4 Raperda Bangka Tengah Tertunda

    Pawai 17 Agustus Lagi-lagi Gunakan Pasar Modern Koba, Pedagang: “Setiap Tahun Diganggu, Tidak Ada Perubahan”

    Pawai 17 Agustus Lagi-lagi Gunakan Pasar Modern Koba, Pedagang: “Setiap Tahun Diganggu, Tidak Ada Perubahan”

      Ikuti kami di Facebook