
“Sesuai dengan tema, kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas petani, pokdakan, koperasi, KWT, serta seluruh pelaku usaha pangan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Beny menambahkan bahwa penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu memperkokoh struktur produksi pangan daerah sehingga dapat mendukung stabilitas harga dan menjaga laju inflasi pangan tetap terkendali.
Peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, analisis usaha, penyusunan struktur biaya dan harga pokok produksi, analisis permasalahan dan solusinya (K3A), penerapan Good Agricultural Practices (GAP), serta tata kelola kelembagaan petani. Selain itu, peserta juga terlibat dalam penyusunan program kerja kelompok dan rencana tindak lanjut sebagai langkah konkret implementasi pascapelatihan.
Pada sesi khusus, peserta mengikuti sharing session bersama Poktan Makmur, salah satu pemenang Klaster Champion nasional tahun 2019 untuk sektor peternakan sapi. Poktan Makmur berbagi pengalaman mengenai strategi penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas ternak, tata kelola usaha, serta langkah-langkah inovatif yang membawa kelompok tersebut meraih pengakuan nasional. Peserta memperoleh inspirasi mengenai bagaimana sebuah klaster mampu berkembang menjadi pusat unggulan dengan dukungan manajemen yang baik dan kolaborasi multipihak.