Algafry Tak Tahu Ada yang Ingin Angkut Bangkai Kapal 81 Tahun

    Foto: Bangkai kapal yang dipotong oleh sekelompok orang. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Masalah pengambilan besi bangkai kapal berusia 81 tahun di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman

    Bagaimana tidak, saat mendapatkan laporan dari Kades Tanjung Pura, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman bereaksi cepat dan marah karena daerahnya diusik oleh orang yang tidak diketahui datangnya dari mana.

    “Saya kemarin itu ditelpon jam 7 malam oleh pak kades sambil marah-marah. Katanya ada orang yang mau ganggu tempat makan orang Tanjung Pura. Besi kapal mau diangkut oleh orang entah dari mana saya aja gak tau,” ucpanya kepada intrik.id, Selasa (19/8/2023).

    Mendapatkan laporan tersebut, Algafry langsung mengkonfirmasi ke Kapolres Bangka Tengah agar mengusut tuntas perihal orang asing yang masuk wilayah perairan laut Bangka itu.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Mereka langsung nyelonong, gak ada asalamualaikum, saya aja gak tau kapal dari mana mau angkut, siapa saja dan dari perusahaan mana. Kita juga gak tau ada tidaknya dokumen mereka,” lanjutnya.

    Algafry juga menegaskan, pemerintah Bangka Tengah sengaja tidak mengusik kapal karam tersebut karena sudah menjadi tempat makan para nelayan dan spot memancing yang bisa menarik orang datang ke Tanjung Pura.

    “Itu udah jadi terumbu karang, spot mancing dan juga jadi tempat mencari ikan oleh nelayan sekitaran Tanjung Pura. Makanya kami membiarkan kapal tersebut agar terjaga habitat ikan disana,” tegasnya.

    Algafry berharap, jika masalah ini segera selesai dan masyarakat bisa merasa nyaman.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah AKBP. Dwi Budi Murtiono mengatakan jika memang ada aktivitas pengambilan besi bangkai kapal di Tanjung Pura dan dia orang diamankan ke Polda.

    “Sudah kita amankan dua orang yakni kapten dan anak buah kapalnya dan perkara sudah diserahkan ke Polda dan menunggu hasil penyelidikan Polda,” jelasnya singkat.

    Hingga kini, segala aktivitas pengamatan besi dihentikan dan dijaga polairud Bangka Tengah serta masih diawasi oleh warga karena takut aktivitas itu dilanjutkan. Bahkan, camat dan kades ikut serta dalam mengawasi perihal tersbeut.

    Mungkin Suka Ini juga:
    DAS Menghitam dan Bau, Warga Minta Transparansi PT MAS Terkait Limbah

    DAS Menghitam dan Bau, Warga Minta Transparansi PT MAS Terkait Limbah

    Pertumbuhan Ekonomi di Bangka Tengah Melesat, Tapi Angka Kemiskinan Capai 13.710 Jiwa

    Pertumbuhan Ekonomi di Bangka Tengah Melesat, Tapi Angka Kemiskinan Capai 13.710 Jiwa

    Algafry: Seluruh Perangkat Daerah Harus Dukung GNSTA

    Algafry: Seluruh Perangkat Daerah Harus Dukung GNSTA

    44 Pegawai di Bangka Tengah Resmi Sandang Status PNS

    44 Pegawai di Bangka Tengah Resmi Sandang Status PNS

    Takut Dipidana, Sekda Bateng Sosialisasikan Pengelolaan Sampah

    Takut Dipidana, Sekda Bateng Sosialisasikan Pengelolaan Sampah

    Antisipasi Kemarau 2026, Ini Langkah Pemkab Bateng Jaga Ketahanan Pangan

    Antisipasi Kemarau 2026, Ini Langkah Pemkab Bateng Jaga Ketahanan Pangan