Aktivitas Tambang Sekitar Merbuk Masih Beroperasi, Penambang Sebut Ada Uang Koordinasi hingga 35 Persen

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Penambang di wilayah kolong Merbuk hingga Punguk sebut beberapa nama koordinator aktifitas tambang tersebut.

    Salah satu penambang mengatakan awalnya memang ada oknum TNI yang membekingi aktivitas tambang disana namun sudah terusir.

    “Ada beberapa nama bang, ada T, Is, bakar Yt dan Nds. Kalau yang baju loreng udah gak bekingi lagi, ” ungkapnya.

    Penambang lainnya mengatakan jika ada fee yang harus dikeluarkan penambang hingga 35 persen dari harga timah Rp 80 sampai 90 ribu per kilogram.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Fee yang membawa 10 persen, terus 25 persen untuk koordinator dan harus dijual ke koordinator. Katanya ada orang PT MSP yang ambil timahnya. Karena lumayan ngasil (banyak dapat timah) jadi kami terima-terima saja harganya yang penting kerja, ” jelasnya.

    “Intinya kalau mau main disni harus lewat orang-orang tadi aja, ” tutupnya.

    Hingga kini, belum ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum terkait tambang ilegal yang masih berjalan di lokasi tersebut.

    Saat ini pihak PT MSP masih dilakukan upaya konfirmasinya oleh pihak intrik.id.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Warga Keluhkan Air PDAM  Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat