
Beberapa kolam kecil diisi air jernih berfungsi sebagai hunian ikan koi. Anda bisa bebas memberi makan ikan-ikan ini. Menariknya, air tersebut ternyata memanfaatkan limbah domestik dari rumah-rumah penduduk. Dikelola dengan menggunakan struktur IPAL, yang mana ampas limbah kerap dijadikan pupuk.
Kawasan kafe juga sangat bersih, Anda tidak akan disuguhi sampah berserakan. Pihak pengelola menyatukan seluruh sampah di TPS desa. Sebagian diubah jadi kompos, sisanya dijual ke bank sampah. Dalam konteks menyeluruh, Cafe Sawah merupakan bukti nyata mengenai kesuksesan Desa Wisata Pujon Kidul.
Biasanya, beroperasi pada pukul 08.00 sampai maksimal 22.00 WIB. Anda harus membeli kupon Rp 8.000 untuk masuk ke sini. Kupon ini nantinya dapat digadaikan dengan menu tertentu sebesar Rp 5.000. Anda masih perlu membayar parkir Rp 5000 saat membawa mobil, sedangkan motor hanya dikenai Rp 2.000.
Alternatif menunya memiliki cita rasa rumahan disertai harga bersahabat. Variasi lalapan, bakso, ikan, olahan nasi, teh, kopi, susu, dan lain-lain. Bermodalkan uang Rp 30.000 saja, Anda sudah bisa mencicipinya. Di samping itu, juga ditunjang oleh fasilitas dan pelayanan yang optimal.
Berlokasi di dataran tinggi, tidak mengherankan bila akan ditemukan banyak air terjun di Desa Pujon Kidul. Setiap objek memiliki keunikan tersendiri. Beberapa sudah menjadi bahan perbincangan sejak lama, sisanya masih belum begitu terjamah. Sebagai bahan perbandingan, ambil contoh Coban Sumber Pitu dan Manan.
Dikatakan Sumber Pitu karena memiliki tujuh titik pancuran air. Pitu berarti tujuh dalam bahasa Jawa. Ada dua pos yang harus dilewati untuk tiba di sini. Anda akan dikenai biaya Rp 10.000 di pos pertama. Kontur jalanan menuju pos kedua cukup terjal dan berliku. Butuh waktu setidaknya 30 menit jika berjalan kaki dan 15 menit berkendara.