
BANGKA.SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Mengulas kebelakang kegiatan normalisasi pengerukkan alur muara Air Kantung sungailiat , mungkin publik masih ingat kejadian Tujuh tahun yang lalu tepatnya bulan April 2017.
Kala itu pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung telah menetapkan beberapa orang menjadi tersangka, pihak swasta yang dipercayai melakukan pengerukkan alur muara. Dugaan peristiwa hukumnya penambangan pasir berkedok pengerukkan alur. Namun beredar kabar perkara itu SP3 dan banyak mendapat sorotan sejumlah pihak.
Sekedar mengingatkan kepada pihak perusahan yang ingin melakukan normalisasi alur muara Air kantung Sungailiat. Julian selaku Sekretaris DPC Pro Jurnalis Siber ( PJS ) Kabupaten Bangka sekaligus sebagai wartawan mengatakan, ada celah hukum kegiatan normalisasi dimaksud.
“Polemik normalisasi pengerukan alur Muara Air Kantung Sungailiat ada tiga perusahaan mencoba ingin mengeruk, Kita apresiasi ingin membantu nelayan setempat . Kita ketahui belasan tahun yang lalu Pemkab Bangka tidak punya anggaran cukup untuk melakukan pengerukan. Maka Pemkab Bangka menggunakan pihak eksternal atau swasta, dengan kompensasi penjualan pasir hasil keruk,” kata Julian, Senin ( 20/5/2024) sore.