Warga Merbuk Tutupi Mulut Pakai Lakban

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Warga Lingkar Kolong Merbuk hingga Punguk menggelar aksi bisu dan bentang spanduk strilkan dari tambang ilegal yang ada disana.

    Terlihat puluhan warga membentangkan spanduk dengan mulut tertutup lakban tanpa mengeluarkan suara apapun atau narasi apapun.

    Bahkan, ditengah terik panasnya matahari, para masyarakat hanya diam dan berdiri saja di kawasan tambang ilegal tersebut, Jumat (2/8/2024).

    Wahyu selaku juru bicara masyarakat mengatakan, aksi ini adalah bentuk kekecewaan dan mosi tidak percaya dengan aparat serta pemerintah yang diam saja melihat tambang ilegal didepan mata.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Hari ini kami aksi bentakan spanduk dan tutup mulut dengan lakban untuk menyatakan bentuk kekecewaan kami, mosi tidak percaya dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, ” tegasnya.

    [irp]

    Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Selama ini, warga lingkar kolong merbuk-kebari-punguk sudah melaporkan ke pihak berwajib terkait maraknya tambang ilegal dengan segala bukti rekaman video.

    “Kami mau lapor siapa lagi. Tolong pak presiden, pak kapolri, pak kejagung semuanya bantu kami sterilkan tambang ilegal ini, ” ujar Wahyu yang juga kuasa hukum para warga lingkar kolong.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    [irp]

    Wahyu menegaskan, warga tidak akan pernah menolak jika tambang tersebut legal karena jika legal maka akan ada penanggungjawab jika terjadi bencana, bisa meredam kebisingan dan aliran dannya jelas.

    “Kalau terjadi banjir siapa bertanggungjawab, terus itu sangat-sangat mengganggu karena sudah terlalu ramai, dan pastinya karena ilegal. Kalau legal kami juga tidak akan protes. Makannya kami apresiasi pemerintah yang sampai saat ini mau memperjuangkan legal nnya. Namun kecewa untuk penindakan yang nihil, ” ujarnya.

    Sementara, Hendri warga berok yang ikut aksi bisu tersebut juga menyatakan jika warga pasti tidak akan protes jika legal. Namun jika ilegal, maka hanya akan ada lempar tanggungjawab.

    “Kami bentang spanduk dan tutup mulut dengan lakban karena kami sudah tidak tau mau ngomong apa. Lapor sudah himbauan sudah dan aksi lainnya sudah. Terus harus bagaimana lagi kami bergerak. Kami hanya butuh sterilkan tambang ilegal, ” tegasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pengendara Motor Tewas Usai Terserempet Mobil di Jalur Pangkalpinang-Toboali, Polisi Buru Pengemudi

    Pengendara Motor Tewas Usai Terserempet Mobil di Jalur Pangkalpinang-Toboali, Polisi Buru Pengemudi

    Sesak Napas di Puncak Bukit Kejora, Pendaki Pangkalpinang Dievakuasi Tim SAR

    Sesak Napas di Puncak Bukit Kejora, Pendaki Pangkalpinang Dievakuasi Tim SAR

    Lebih 24 Jam Dicari, Warga Lubuk Laut Sidi Akhirnya Ditemukan

    Lebih 24 Jam Dicari, Warga Lubuk Laut Sidi Akhirnya Ditemukan

    Warga Lubuk Laut Bangka Tengah Dilaporkan Hilang, Sudah 24 Jam Belum Ditemukan

    Warga Lubuk Laut Bangka Tengah Dilaporkan Hilang, Sudah 24 Jam Belum Ditemukan

    Dua Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Berdekatan di Bangka Selatan, Tim SAR Bergerak Cepat

    Dua Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Berdekatan di Bangka Selatan, Tim SAR Bergerak Cepat

    Dewan Tak Siap, Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan 4 Raperda Bangka Tengah Tertunda

    Dewan Tak Siap, Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan 4 Raperda Bangka Tengah Tertunda

      Ikuti kami di Facebook