UMKM di Bateng Meningkat Tiap Tahun

    Foto: Ali Imron. (Erwin)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Bangka Tengah (Bateng) mencatat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya mengalami pertumbuhan dari 2018 hingga 2022.

    Kepala Disperindagkop UKM Bateng, Ali Imron mengatakan UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.

    “UMKM ini merupakan bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, yang mana Bangka Tengah di tahun 2022 memiliki 24.666 UMKM,” ungkap Ali kepada intrik.id, Rabu (8/3/2023).

    Dikatakan Ali, data UMKM di Bateng pada 2018 ada 21.837 UMKM, tahun 2019 ada 22.744 UMKM, tahun 2020 ada 23.595 UMKM, tahun 2021 ada 24.088 UMKM dan tahun 2022 ada 24.666 UMKM.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia menambahkan bahwa menurut aturan UU UMKM di Indonesia, unit yang termasuk dalam usaha mikro harus memiliki kriteria omzet tahunan maksimal Rp 300 juta.

    “Sedangkan usaha kecil biasanya memiliki omzet antara 300 juta sampai 2,5 miliar. Sementara itu, usaha menengah memiliki pendapatan usaha 2,5 miliar sampai 50 miliar,” terangnya.

    Ia mengungkapkan total usaha mikro di Bateng saat ini ada 23.571, usaha kecil ada 1.081 dan usaha menengah ada 14 usaha.

    Lebih lanjut, kata dia saat ini di Bangka Tengah ada 17 sektor usaha, yakni sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Pengadaan Air Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kemudian sektor transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, jasa perusahaan, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan jasa lainnya,” ungkapnya.

    Ia berujar, bahwa saat ini sektor usaha mikro yang paling banyak adalah di bidang Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yaitu 11.632 usaha mikro.

    “Kemudian diikuti dengan sektor usaha Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebanyak 6.291 usaha mikro,” ucapnya.

    “Nilai pertumbuhan UMKM ini terus mengalami peningkatan dan potensi ini yang selalu kita sampaikan kepada pelaku UMKM untuk semakin semangat berkembang,” pungkasnya.(Erwin)

    Tagged with:
    Ali ImronUMKM
    Mungkin Suka Ini juga:
    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah