
INTRIK.ID, BANGKA — Warga Nelayan II Sungailiat, Kabupaten Bangka mengancam akan menutup pintu air di lingkungannya. Hal itu dilakukan karena limbah tambang di kolong buntu berdampak ke lingkungan tersebut.
Dari pantauan awak media intrik.id Selasa (19/3/2024), tampak tambang timah jenis tower bekerja sejak pagi. Bahkan beberapa orang juga tampak sedang asik merakit alat tambangnya.
Padahal masyarakat sekitar dan nelayan II sempat melakukan aksi di Mapolres Bangka untuk bertindak agar aktivitas tambang itu berhenti.
Warga Nelayan II, M Hasan mengatakan limbah tambang tersebut mencemari laut nelayan II dan menyebabkan perairan sekitar yang menjadi tambatan perahu terancam dangkal.
“Jika aktivitas ini tidak berhenti, kami akan tutup pintu air di lingkungan Nelayan II. Kami tidak mau limbahnya masuk ke wilayah kami,” ungkapnya.
Ia meminta aparat untuk menindak tegas aktivitas itu sehingga tidak mengancam lingkungan sekitar terlebih lagi akan menyebabkan banjir jika hujan.
Terlbih lagi jika pintu air di lingkungan nelayan ditutup maka air buangan dari wilayah Sungailiat tak bisa keluar dan bisa mengakibatkan banjir di lingkungan Air Kantung.