
Meskipun begitu, pihaknya akan segera mengatasi blankspot tersebut dengan menggandeng perusahaan icon+ yang merupakan anak perusahaan dari PT PLN.
“Nanti akan ada pemancar sendiri yang akan menembakan ke suatu tempat atau ke kantor desa atau camat sehingga diharapkan nanti tidak ada lagi blank spot,” terang Boy.
Ia juga mengatakan pada tahun 2022 setiap desa di negeri sepintu sedulang tersebut seluruhnya akan bisa mengakses jaringan internet.
“Nanti kami juga akan anggarkan jaringan khusus jadi setiap desa bisa mengakses internet sehingga program siskeudes bisa berjalan lancar,” pungkas Boy Yandra.