Terganjal oleh RSUP Babel, RSUD Bangka Tengah masih Grade C

    Foto: dr Lisma (kiri) bersama staf nya saat diwawancarai wartawan.(Erwin/intrik.id)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Tengah (RSUD Bateng) masih berstatus grade C. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RSUD Bateng dr. Lismayoni saat ditemui di Ruang Humas RSUD Bateng, Kamis (12/5/2022).

    Ia beralasan status tersebut belum bisa ditingkatkan karena terganjal oleh Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP).

    “Kalau untuk grade kita masih di C. RSUD kita di C karena memang Rumah Sakit Umum Provinsi atau RSUP kita masih di B, jadi kita belum bisa naik ke B,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan, grade RSUD memang sudah diatur oleh regulasi karena mengingat rujukan yang harus sesuai prosedur.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Grade C ini mungkin akan terus C sampai RSUP Babel kita A. Karena regulasi, grade kita tidak bisa naik. Grade C ini bukan karena kita tidak bagus tapi memang regulasi rujukan kita. Kita tidak boleh mendahului RSUP kuta sendiri,” jelasnya.

    dr Lisma juga mengatakan bahwa penilaian Rumah Sakit dilakukan setiap 3 tahun sekali, namun beberapa tahun terakhir ditiadakan karena pandemi Covid-19.

    “Kita biasanya 3 tahun sekali ada penilaian tapi karena pandemi, kita belum ada penilaian tapi sudah berproses. Penilaian akan dilanjutkan setelah keluar surat bahwa kita sudah endemi,” pungkasnya.

    Ia menjelaskan bahwa penilaian rumah sakit ini biasanya ada indikator 16 pokja untuk penilaian.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Walau RSUD Bangka tengah grade C tapi C plus yang dimana fokus kami fokus di ibu dan anak. Kamipun punya 3 dokter spesialis ibu dan anak dan memang ini juga program pemberantasan stunting yang dilakukan oleh Bangka Tengah. Jadi memang RSUD grade C harus tetap ada fokusnya atau ahlinya di bidang spesialis tertentu,” jelasnya.

    Ditempat lain, Sekertaris Daerah Bangka Tengah (Setda Bateng) Sugianto juga menjelaskan, Bangka Tengah memang sudah melakukan komitmen agar stunting di Bangka Tengah di angka nol.

    “Kami memang hari ini sudah melakukan komitmen bersama seluruh kabupaten/kota se Indonesia tentunya untuk penanganan stunting. Pemkab Bangka Tengah juga sudah mengajak seluruh instansi terkait termasuk Dinas Kesehatan untuk penanganan stunting ini,” ungkapnya.

    RSUD Bangka Tengah sendiri memiliki 315 Pegawai dengan fasilitas dan juga dokter spesialis yang memadai. Selain itu, RSUD Bangka Tengah juga akan mengadakan alat cuci darah agar masyarakat Koba dan sekitarnya tidak perlu terlalu jauh lagi untuk cuci darah.

    Laporan wartawan intrik.id/Erwin

    Mungkin Suka Ini juga:
    Gas 3 Kg Langka, Tina dan Putri Terpaksa Harus Pinjam ke Tetangga

    Gas 3 Kg Langka, Tina dan Putri Terpaksa Harus Pinjam ke Tetangga

    Warga Kurau Terima Ratusan Sertifikat Gratis dan Puluhan Rumah Swadaya

    Warga Kurau Terima Ratusan Sertifikat Gratis dan Puluhan Rumah Swadaya

    Polres Bateng Akan Panggil dan Periksa Ac Terkait Tambang di Komplek Pemda

    Polres Bateng Akan Panggil dan Periksa Ac Terkait Tambang di Komplek Pemda

    PT Timah Cegah Stunting Melalui Kemunting

    PT Timah Cegah Stunting Melalui Kemunting

    Pemindahan Meteran Listrik Tak Kunjung Selesai, Kepala PLN Koba Minta Maaf

    Pemindahan Meteran Listrik Tak Kunjung Selesai, Kepala PLN Koba Minta Maaf

    Kades Kecam PLN ULP Koba, Pergeseran KWh Meter Warganya Tak Kunjung Selesai

    Kades Kecam PLN ULP Koba, Pergeseran KWh Meter Warganya Tak Kunjung Selesai

      Ikuti kami di Facebook