Kades Kecam PLN ULP Koba, Pergeseran KWh Meter Warganya Tak Kunjung Selesai

    Foto: Kades Perlang, Yani Basaroni.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Pelayanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Koba menjadi sorotan setelah adanya keluhan dari masyarakat Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

    Hampir sepekan berlalu, permohonan warga terkait pergeseran KWh meter tak kunjung ditindaklanjuti.

    Keluhan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Perlang yang juga menjabat sebagai Ketua DPC APDESI Bangka Tengah, Yani Basaroni. Ia menyebut salah satu warganya, Hengki, meminta bantuan setelah upaya koordinasi dengan pihak PLN Koba terkesan jalan di tempat.

    “Warga kami ini orang awam yang tidak paham aplikasi PLN Mobile atau pelayanan online lainnya, sehingga mereka meminta bantuan secara lisan kepada pemerintah desa,” ujarnya, Jumat (23/01/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Persoalan bermula saat keluarga Hengki di Desa Kulur bermaksud mengembalikan posisi KWh meter ke tempat semula setelah proses pembangunan rumah selesai.

    Sebelumnya, KWh tersebut memang sempat digeser sementara karena adanya pengerjaan bangunan.

    Kades yang biasa disapa Ronie itu mengaku sudah menyampaikan data lengkap, termasuk foto KWh dan nomor kontak warga, kepada Kepala PLN Koba. Namun, hingga hampir seminggu, pihak warga melaporkan belum ada petugas yang menghubungi maupun datang ke lokasi.

    “Saya kaget, kok PLN Koba sekarang seperti ini. Tidak ada konfirmasi balik ke kami mengenai kendala di lapangan, padahal selama ini koordinasi antara Pemdes se-Bangka Tengah dengan PLN sangat baik,” sesalnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menanggapi keterlambatan tersebut, Ronie sempat mempertanyakan kembali masalah ini kepada Kepala PLN Koba. Jawaban yang diterima adalah petugas sulit menghubungi nomor warga karena tidak aktif saat ditelepon biasa.

    “Seharusnya ada inisiatif. Jika telepon biasa tidak bisa, hubungi lewat WhatsApp atau datangi langsung rumahnya karena setiap KWh itu sudah ada titik koordinatnya. Jargon ‘Melayani Sepenuh Hati’ kami nilai agak menurun, khususnya di wilayah Koba,” tegas Ronie.

    Tidak tinggal diam, ia juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak PLN Bangka Belitung agar permasalahan teknis seperti ini tidak terabaikan dan menimbulkan tumpukan keluhan pelanggan di masa depan.

    Meski memberikan kritik keras, ia tetap mengapresiasi kinerja PLN Bangka Belitung secara umum yang selama ini telah banyak membantu warga melalui program pemasangan KWh gratis dan bantuan yayasan bagi masyarakat kurang mampu.

    “Kami hanya berharap pelayanan prima yang selama ini sudah baik tetap terjaga. Jangan sampai hal-hal mudah seperti ini terulang lagi dan mengecewakan masyarakat,” pungkasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik