
“Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak kami. Memang tidak semua cabang berbuah kemenangan, namun justru di situlah nilai pendidikannya. Mereka belajar menerima hasil dengan lapang dada, tetap menghormati lawan, dan menjaga silaturahmi. Itu adalah bekal hidup yang jauh lebih berharga,” ujarnya.
Menurut Ali Mafrohim, kemenangan memang layak disyukuri, tetapi kekalahan juga harus dipandang sebagai proses pembelajaran yang tidak kalah penting.
“Prestasi yang diraih hari ini membuktikan bahwa kerja keras dan persiapan yang matang akan membuahkan hasil. Sedangkan kekalahan mengajarkan mereka untuk mengevaluasi diri dan terus berusaha menjadi lebih baik,” katanya.
Semangat serupa terlihat di antara para peserta. Saat salah satu tim gagal meraih juara, rekan-rekan mereka justru tetap memberikan dukungan dan semangat. Tidak ada saling menyalahkan maupun rasa iri terhadap teman yang berhasil membawa pulang medali.