Tak Cuma Baca Buku, Penggiat Literasi Babel Diajak Membaca Alam dan Menulis dari Pengalaman

    Ia mendorong peserta agar tidak menganggap menulis sebagai aktivitas yang sulit atau harus selalu menunggu datangnya inspirasi.

    Menurut Rita, pengalaman sehari-hari justru dapat menjadi sumber utama untuk menghasilkan sebuah karya.

    “Teruslah menulis seperti air yang mengalir. Berpuisi esai itu mudah karena kita menulis pengalaman hidup kita sendiri, sesuatu yang nyata dan alami,” ungkap Rita.

    Pesan tersebut membuat proses menulis diletakkan lebih dekat dengan kehidupan peserta. Pengalaman, lingkungan sekitar dan berbagai peristiwa yang mereka temui dapat menjadi bahan untuk diolah menjadi tulisan.

    Kegiatan di ruang terbuka juga membuat proses belajar berlangsung dalam suasana yang lebih santai dan terbuka.

    Literasi Tak Berhenti pada Buku

    Selain penulisan, peserta juga diajak memperluas pemahaman mengenai makna literasi.

    Didik Setiawan, S.H., M.M., Dicky Ruchyat Shidik, M.A., dan Namlul Wadi, M.Pd., turut berbagi pandangan mengenai pentingnya literasi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook