
Literasi juga dapat berarti kemampuan membaca lingkungan, memahami perkembangan teknologi dan menggunakan teknologi secara bijak.
Perspektif tersebut menjadi penting ketika aktivitas masyarakat semakin banyak bersentuhan dengan ruang digital. Kemampuan memahami informasi dan lingkungan menjadi bagian dari kecakapan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, TBM Arisya berharap silaturahmi antarpenggiat literasi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan.
Arifin optimistis gerakan-gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung.
“Kita semakin yakin bahwa masyarakat kita semakin lebih baik, memiliki kecakapan hidup, dan siap bertahan serta bersaing ke depannya,” tutupnya.(*)