
Akan tetapi, para pemegang saham PT Bangka Tengah Prima harus bisa meyakinkan pihak legislatif dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar modal yang akan diberikan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
“Rencana bisnisnya harus jelas, karena kalau modalnya dari Pemda, itukan uang rakyat. Makanya harus bisa meyakinkan bahwa bisnis itu benar-benar profit (untung-red),” pungkasnya.
Oleh karena itu, dirinya mendorong para pemegang saham agar segera melakukan RUPS di tahun ini dan menentukan langkah bisnis yang akan di lakoni kedepannya supaya penyertaan modal bisa dilakukan di tahun 2023 mendatang.
Ia mengatakan aat ini PT Bangka Tengah Prima masih belum beroperasional karena tidak adanya Renbis yang pasti diajukan oleh jajaran pemegang saham dari PT Bangka Tengah Prima.
“Renbis tersebut biasanya akan dibahas melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” ucap Makhdi.