Sugito: Babel Sudah Terbebas dari Desa Tertinggal

    INTRIK.ID, NAMANG – Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa PDTT Sugito menyebut bahwa Kepulauan Bangka Belitung sejak tahun 2020 merupakan tiga dari provinsi yang sudah terbebas dari desa yang sangat tertinggal dan tertinggal, selain Provinsi DI Yogyakarta dan Bali.

    Hal itu dikatakannya saat menghadiri Pesta Adat Murok Jerami di Desa Namang, Senin (30/1/2023).

    Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi penyerapan dana desa untuk Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang cukup signifikan, yakni 99,74 persen rata-rata yang terserap pada tahun 2022 ini.

    “Selamat kepada Desa Namang, selamat kepada Bangka Tengah, selamat kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa di Indonesia,” katanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Selain Sugito, acara tahunan itu juga dihadiri oleh Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman beserta rombongan.

    Rombongan juga melihat hasil budidaya potensi Desa Namang dengan menebar Bibit Udang Lobster air tawar, memanen Ikan Nila, Patin, Gurami serta budidaya ayam kampung yang menjadi program Bank Sampah, dan mencicipi Madu Kelulut.

    “Saya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan masyarakat Desa Namang. Alhamdulillah saya bersyukur, sejauh mata memandang, kita bisa melihat sawah yang subur di sekeliling kita, perikanan serta peternakan juga bagus,” ujar Pj Gubernur.

    Dan yang terpenting, kata dia, semangat masyarakatnya sungguh luar biasa. Dirinya optimis dengan segala upaya prestasi yang sudah dilakukan, Kepulauan Bangka Belitung akan mampu untuk memenuhi kebutuhannya walaupun saat ini belum 100 persen.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Namun, upaya yang dipimpin oleh para Kepala Desa ini adalah sesuatu yang membangkitkan optimisme, kepercayaan diri kita bersama, bahwa masyarakat Kepulauan Bangka Belitung bukanlah masyarakat yang tidak mampu untuk mandiri dan memenuhi kebutuhan pangan,” tambahnya.

    Selain menggelar Pesta Adat ”Murok Jerami” Suku Mengkanau Urang Namang, dalam kesempatan itu juga dilakukan Panen Program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani, serta Pengukuhan Penghargaan Desa Namang menjadi Desa Mandiri di Kawasan Sawah Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

    Pesta adat yang telah berlangsung selama turun menurun ini, menjadi salah satu momen ketahanan pangan desa yang mencoba menyelaraskan program-program desa dari presiden melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) dengan kearifan lokal yang ada di Desa Namang. (*/red)

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

      Ikuti kami di Facebook