Aksi Heroik di Tengah Laut: Tim SAR Gabungan Evakuasi WNA Amerika dari Kapal Pesiar Mewah di Perairan Belitung

    INTRIK.ID, BELITUNG – Sebuah operasi penyelamatan medis darurat (Medevac) berlangsung dramatis di perairan Belitung pada Minggu (10/5) dini hari. Tim SAR Gabungan berjibaku dengan waktu dan gelombang untuk mengevakuasi Hebert John David (61), seorang turis asal Amerika Serikat yang mengalami krisis kesehatan di atas kapal pesiar MV Silver Cloud.

    ​Drama penyelamatan ini bermula ketika kapal pesiar mewah yang sedang berlayar dari Singapura menuju Belitung tersebut mengirimkan sinyal darurat melalui Basarnas Command Center (BCC) pada Sabtu malam.

    ​Kondisi korban dilaporkan cukup kritis. Hebert John David mengeluhkan nyeri hebat di perut bagian kiri dengan skala nyeri mencapai angka 9—sebuah level yang menandakan rasa sakit ekstrem. Tak hanya itu, gejala medis korban dilaporkan telah muncul sejak empat hari lalu, berupa nyeri leher yang menjalar ke bahu dan dada.

    ​”Melihat kondisi korban yang memburuk, nakhoda kapal segera meminta bantuan evakuasi medis saat kapal memasuki wilayah Selat Karimata,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Setelah pemantauan intensif sepanjang malam, titik temu (rendezvous point) disepakati di perairan Pulau Lengkuas. Pada pukul 05.00 WIB, di tengah keremangan fajar, kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas berhasil merapat di lambung raksasa MV Silver Cloud.

    ​Proses evakuasi berlangsung presisi. Tim Medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) harus melakukan pemeriksaan cepat di atas geladak untuk memastikan korban stabil sebelum dipindahkan ke kapal RIB yang bergoyang dihantam ombak.

    ​”Sinergi adalah kunci. Dalam waktu singkat, korban berhasil kami pindahkan dan langsung dibawa membelah gelombang menuju Dermaga Tanjung Pandan,” tambah Mikel.

    ​Tepat pukul 05.30 WIB, tim mendarat dengan selamat di darat. Ambulans yang telah bersiaga langsung melarikan korban ke RSUD Belitung untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Keberhasilan operasi ini melibatkan kolaborasi apik dari berbagai unsur yakni Basarnas (Pos SAR Beltim & USS Tanjung Pandan),  Ditpolairud Polda Bangka Belitung, BKK Belitung & Imigrasi, KSOP Belitung serta agen kapal.

    ​Menutup operasi sukses tersebut, Kakansar Pangkalpinang memberikan himbauan keras bagi para pelaut. Ia menekankan bahwa response time atau kecepatan lapor adalah faktor penentu antara hidup dan mati dalam kondisi darurat di laut.

    ​”Jangan ragu menghubungi Basarnas Command Center. Kecepatan Anda melapor menentukan keselamatan nyawa. Selain itu, selalu pantau pembaruan cuaca BMKG. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegas Mikel.

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Mayat di Tribun Lapangan Bola Namang Masih Berusia 19 Tahun

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Warga Temukan Mayat Laki-laki Tergantung di Tribun Lapangan Bola Namang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Seorang Warga Meninggal di Sarang Ikan, Diduga Tertimpa Pipa Tambang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Dijaga TNI, Komponen Alat Berat Sitaan Satgas PKH Hilang

    Warga Keluhkan Air PDAM  Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Bangka Tengah Keruh dan Tak Mengalir

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat

    Seorang Nelayan Hilang di Karang Kering Sungailiat