
Oleh:
Endang Kusniati, M.A.
(Dosen LB IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung)
Kelangkaan BBM yang terjadi di Bangka Belitung kurang lebih seminggu ini menimbulkan dampak multidimensional yang mengganggu stabilitas sosial-ekonomi masyarakat. Situasi ini tidak hanya terlihat dari sulitnya warga mendapatkan bahan bakar, tetapi juga dari perubahan harga yang melonjak signifikan di tingkat pengecer. Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana ketidakseimbangan pasokan dapat menciptakan ketidakpastian yang menghambat aktivitas produktif masyarakat.
Hingga hari ini, antrean panjang di sejumlah SPBU masih terjadi. Ratusan kendaraan menumpuk sejak pagi, sebagian bahkan mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bensin. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasokan belum bisa dikatakan normal dan distribusi belum berjalan secara efisien. Antrean yang berkelanjutan juga menandakan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan suplai yang diterima SPBU.