Sistem Islam Melindungi Anak dan Perempuan

    Oleh: Supriatin, S.E (Aktivis Dakwah Islam)

    Kasus perdagangan bayi lintas negara kembali mengejutkan publik. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap sindikat jual beli bayi yang telah menjual sebanyak 24 bayi ke Singapura(beritasatu.com/15 Juli 2025).

    Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengecam keras praktik menjual bayi yang berhasil diungkap oleh Polda Jawa Barat. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan adanya kelemahan yang menyasar ibu dan anak, sehingga dimanfaatkan oleh sindikat perdagangan manusia.

    “Praktik keji ini merupakan puncak gunung es dari berbagai persoalan struktural seperti kemiskinan, kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, lemahnya perlindungan sosial bagi ibu hamil di luar nikah, dan celah hukum yang dimanfaatkan oleh pelaku sindikat TPPO,” ujar Netty dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/7/2025).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Tegasnya, negara harus mengusut tuntas kasus tersebut, serta membenahi sistem perlindungan untuk ibu dan anak. “Adanya praktik kejahatan kemanusiaan ini mencerminkan lemahnya sistem perlindungan terhadap bayi, ibu rentan, dan perempuan yang mengalami tekanan sosial maupun ekonomi. Negara harus menyelesaikan persoalan ini secara tuntas,” ujar Netty. (kompas.com/18 juli 2025)

    Rusaknya Sistem Sekulerisme

    Kemiskinan menjadi salah satu faktor terjadinya perdagangan bayi. Dalam sistem sekulerisme, ekonomi kapitalisme menjadi standar untuk memutar roda perekonomian suatu negeri. Dimana ekonomi kapitalisme menciptakan aturan berdasarkan pikiran manusia bukan aturan ilahi. Karena ekonomi kapitalisme meniadakan peran agama dalam mengelolah ekonomi suatu negara. Ini adalah kegagalan pembangun ekonomi kapitalisme. Negeri yang kaya raya sumber daya alamnya dikelola asing merupakan turunan dari sistem ekonomi kapitalisme. Seharusnya dikelola negara dan hasilnya untuk rakyat dengan cuma cuma, namun tidak dalam sistem ekonomi kapitaisme. Investor asing diberi keleluasaan sebesar besarnya untuk berinvestasi dan keuntungannya untuk para investor, sedangkan negara hanya memperoleh sebagian kecil saja. Inilah keniscayaan ekonomi kapitalisme. Jadi hal biasa jika kemiskinan melanda negeri pengadopsi ekonomi kapitalisme.

    Kemiskinan menyebabkan para perempuan banyak berjibaku dengan dunia pekerjaan. Dengan slogan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi serta pemberdayaan ekonomi perempuan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi kemiskinan. Akhirnya perempuan banyak menjadi tulang punggung keluarga. banyak perempuan yang bekerja sebagai buruh memenuhi pabrik-pabrik industri. Disisi lain dunia kerja, diluar rumah terlalu kejam untuk perempuan. Tingkat keamanan yang buruk serta perlindungan untuk perempuan pun kurang. Menjadikan perempuan rentan terhadap kejahatan baik bersifat fisik, seperti begal, pelecehan seksual, perampokan dll. Bukan hanya kejahatan fisik, namun mental perempuan pun porak poranda, kebingungan, stres bahkan depresi menghadapi kemiskinan yang tak kunjung selesai karena makin sulitnya pemenuhan kebutuhan hidup. Pernah kita dengar kasus bunuh diri karena kemiskinan dan kasus pencurian susu seorang ibu buat anaknya, bahkan sampai kasus praktek menjual bayi. Sungguh miris, sistem kapitalisme telah merenggut naluri seorang perempuan. Beginilah sistem sekuler kapitalisme yang mencengkeram negeri ini, agama dipinggirkan dari kehidupan sehingga semua tindak kejahatan marak seolah tanpa kendali, termasuk perdagangan anak, bahkan orang tuanya sendiri yang menjualnya. Parahnya lagi, ada peran pegawai pemerintahan yang seharusnya menjadi penjaga dan pelindung masyarakat, malah ikut dalam tindak kejahatan tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dalam sistem kapitalisme penegakan hukum yang tidak membuat jera para sindikat praktek menjual bayi melenggang dengan leluasa. Bahkan ada ditemukan keterlibatan pegawai praktek menjual bayi pada kasus diatas.

    Seperti yang diungkapkan oleh ANGGOTA Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menindaklanjuti temuan keterlibatan pegawai Dukcapil dalam sindikasi perdagangan bayi yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Khozin menegaskan, dugaan keterlibatan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang. Ia mengatakan Kemendagri perlu segera melakukan audit di internal Dukcapil.(mediaindonesia.com/18 juli 2025)

    Demikianlah saat aturan Allah tidak dijalankan, yang terjadi adalah fitrah manusia hilang dan akal manusia lenyap, anak-anak tidak berdosa dengan teganya mereka perlakukan seperti barang, demi untuk mendapatkan cuan.

    Islam Solusinya

    Perbuatan ini dengan sangat jelas dilarang oleh Islam, siapapun pelakunya akan ditindak tegas terlebih lagi jika ini merupakan sindikat. Islam menjadikan anak sebagai aset bangsa yang strategis karena merupakan generasi penerus untuk mewujudkan dan menjaga peradaban Islam yang mulia. Bagi orang tuanya anak juga menjadi milik yang berharga yang akan dilindungi dengan penuh tanggungjawab

    Islam memiliki berbagai mekanisme untuk menjaga anak sejak dalam kandungan, termasuk menjaga nasab anak. Negara juga menjamin kesejahteraan dan memenuhi semua kebutuhan pokoknya dengan baik. Hal ini tidak lepas dari ekonomi. Maka negara akan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga melalui pemberian kesejahteraan bagi kedua orang tuanya. Melalui penyediaan lapangan pekerjaan bagi kepala keluarga atau kaum laki laki. Lalu ibu fokus mengurus anak dan keluarga. Sehingga para perempuan tidak perlu lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kalaupun bekerja untuk kemaslahatan umat yang dibutuhkan masyarakat sesuai tuntunan syariat. Disisi lain negara akan memfasilitasi kebutuhan pokok lain seperti kesehatan, pendidikan, keamanan untuk keluarga. Pembiayaan untuk pemenuhan kebutuhan itu semuanya, didalam sistem islam sangat terjangkau bahkan bisa gratis. Negara memperolehnya melalui pemasukan negara di Baitul mal. Melalui pos kepemilikan umum : meliputi minyak bumi, gas, listrik, barang tambang, laut, sungai, selat, mata air, hutan, padang gembalaan hima, dan sebagainya. Dalam  sistem islam  negara yang wajib mengelolanya dan hasilnya untuk rakyat.

    Sistem Pendidikan yang berbasis akidah akan menjadikan semua individu bertanggungjawab melindungi anak-anak, termasuk orang tuanya. Pada masa kekhilafahan Abbasiyah ada pendidikan rumah tangga yang diberikan untuk keluarga. Dalam sistem islam akan diberikan sanksi yang tegas dan menjerakan. Sehingga kejahatan seperti ini tak akan terjadi lagi. Wallahualam bissawab.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Narkoba Menghancurkan Generasi

    Narkoba Menghancurkan Generasi

    Rapuhnya Ketahanan Keluarga Muslim Akibat Sistem Liberal

    Rapuhnya Ketahanan Keluarga Muslim Akibat Sistem Liberal

    Fakta Kocak tapi Bermakna: Hiu Tak Pernah Tahu Bahwa Unta Itu Ada

    Fakta Kocak tapi Bermakna: Hiu Tak Pernah Tahu Bahwa Unta Itu Ada

    Indonesia Darurat KDRT dan Perceraian

    Indonesia Darurat KDRT dan Perceraian

    Narkoba Kian Menggurita, Generasi Hilang Arah

    Narkoba Kian Menggurita, Generasi Hilang Arah

    Tidak Mencantumkan Masa Berlaku Surat Rekomendasi, Bisa Saja Terjadi Penyelewengan BBM Bersubsidi Nelayan

    Tidak Mencantumkan Masa Berlaku Surat Rekomendasi, Bisa Saja Terjadi Penyelewengan BBM Bersubsidi Nelayan

      Ikuti kami di Facebook