
“Dana kompensasi itu belum saya bagikan, karena takut dikata orang gila. Kalau dibagi 400 Kepala Keluarga ( KK ) Setiap KK menerima RP. 4650. Uang itu dititipkan ke kas Lingkungan dan kami juga baru tau ada dana Kompensasi KIP IUP Swasta,” terangnya.
Sementara itu Fitri ketua Panitia Dana Kompensasi KIP Mitra PT. Timah menyatakan 3 Lingkungan tidak diakomodir sudah diajak terlebih dahulu.
“Lingkungan Bukit Kuala, Jalan Laut, Hakok jauh sebelum ini sudah kita ajak membahas soal dana Kompensasi KIP Mitra PT. Timah, tapi kepala lingkungan ketakutan. Malah kita kasih tempo untuk musyawarah soal dana itu. kami tunggu tidak ada jawaban sampai saat ini. Kami tidak mau tau lagi tiga lingkungan itu, karena kami berdasarkan dukungan. Lingkungan matras ada 300 KK yang beri dukungan soal dana kompensasi,” tegas Fitri.
Senada dengan kepala Lingkungan ( Kaling ) Jalan Laut Doni Alexsander menyebutkan kalau sebelum dirinya terpilih sebagai kaling, pernah dikomunikasikan.
“Soal dana kompensasi KIP IUP Swasta sepertinya ada, tapi coba konfirmasi ke nelayan. Karena saya baru terpilih jadi kaling, sebelum saya jadi kaling ada diajak soal dana Kompensasi IUP Timah, namun setelah saya jadi kaling sampai saat ini tidak dilibatkan,” tutupnya.