
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Pernyataan menyentuh disampaikan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman saat Safari Jumat di Masjid Al-Anshor, Kelurahan Berok, Jumat (22/5/2026).
Di hadapan warga, Algafry mengaku rela dicaci maki demi satu tujuan: banjir di Berok bisa segera teratasi.
“Saya dicaci maki di media tidak mengapa, tetapi saya minta tolong dengan sangat juga gotong royong dan kepekaan masyarakat agar masalah banjir mereda,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Algafry usai menyoroti kondisi saluran air di Berok yang dinilai semakin parah akibat sedimentasi tanah hingga mencapai 20 sentimeter dan banyaknya selokan yang tertutup bangunan maupun jerambah milik warga.
Ia bahkan meminta masyarakat ikhlas membongkar jerambah kecil yang menghambat aliran air agar normalisasi saluran bisa dilakukan.
“Saya minta keikhlasan masyarakat untuk menjebol jerambah yang menutup aliran air supaya bisa digali ulang dan air kembali mengalir dengan baik,” katanya.
Dalam agenda Safari Jumat tersebut, Algafry juga menyerahkan 40 paket sembako, santunan bagi anak yatim dan janda, serta bantuan dispenser untuk Masjid Al-Anshor.
Menurutnya, momentum Bulan Dzulhijjah menjadi pengingat penting tentang keikhlasan dan kepedulian sosial.
“Nabi Ibrahim mengajarkan keikhlasan. Semua yang kita punya hanyalah titipan, maka bersedekah dengan ikhlas akan membuka pintu rezeki dan pahala,” ujarnya.
Algafry menegaskan, Safari Jumat bukan sekadar agenda seremonial atau menjadi khatib di masjid, melainkan cara dirinya turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
“Safari Jumat ini agenda saya menyapa masyarakat dan mendengar langsung keluhan warga,” jelasnya.
Ia juga kembali mengajak masyarakat Berok menghidupkan budaya gotong royong menjaga lingkungan agar banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan tidak terus berulang. (*)