
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Isu kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial bakal dikupas lewat cara berbeda di Bangka Tengah. Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan dan Warga Kurang Mampu Bangka Tengah (GPPL-WKM Bateng) menggelar nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” di Space Street Coffee, Sabtu (23/5/2026) malam.
Menariknya, kegiatan ini terbuka gratis untuk umum dan pengunjung juga disiapkan kopi gratis sambil berdiskusi santai soal kondisi lingkungan dan masyarakat saat ini.
Ketua GPPL-WKM Bateng, Erwin mengatakan, pemutaran film tersebut bertujuan membuka ruang diskusi kritis bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, film “Pesta Babi” menggambarkan realitas kolonialisme modern yang masih berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat kecil hingga sekarang.
“Film ini sangat dekat dengan kondisi yang kita hadapi hari ini. Kami ingin anak muda sadar bahwa perjuangan lingkungan dan keadilan sosial masih sangat relevan,” ujarnya di Koba, Jumat (22/5/2026).
Tak sekadar nobar, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi komunitas dan warga yang peduli terhadap isu-isu sosial serta lingkungan di Bangka Tengah dan Bangka Belitung.
Erwin mengajak mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum untuk hadir dan ikut berdiskusi setelah pemutaran film.
“Setelah nonton kita bisa duduk santai sambil berdiskusi bersama,” katanya.
Selain itu, GPPL-WKM Bateng juga membuka donasi kemanusiaan dalam kegiatan tersebut.
Mereka berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekaligus mendorong sikap kritis terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. (*)