
“Pernah kejadian saat itu terjadi gelombang tinggi, kami mengungsi dari rumah. Pada saat itu almarhum suami saya sedang sakit, beliau dibopong untuk keluar rumah. Kejadiannya sekitar pukul 3 dini hari. Karena kami takut rumahnya roboh,” bebernya.
Dirinya bersyukur, bisa mendapatkan bantuan renovasi rumah dari PT Timah Tbk, sesuatu yang tak disangka-sangka. Hingga kini, dia bisa lega karena tak khawatir lagi rumahnya akan roboh.
“Sudah beberapa kali disurvei orang-orang, namun cuma di survei saja dan tak ada realisasi. Alhamdullilah, kami dibantu biaya pembangunan oleh PT Timah untuk pembuatan rumah ini,” ujar Suripa. (*/red)