
Penulis: Rosila
Universitas Bangka Belitung, Jurusan Akuntansi
Pasar modal Indonesia sedang berada di titik perubahan yang signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan roadmap ambisius untuk periode 2023-2027 yang tak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga transformasi digital dan keberlanjutan yang jauh lebih mendalam. Dalam beberapa tahun ke depan, pasar modal Indonesia akan mengalami perubahan besar yang dipengaruhi oleh dua kekuatan utama: digitalisasi dan keberlanjutan.
Transformasi Digital: Pasar Modal yang Lebih Terbuka dan Inklusif
Digitalisasi menjadi salah satu pilar utama dalam roadmap OJK, dengan tujuan untuk membuat pasar modal Indonesia lebih terbuka, transparan, dan inklusif. Sektor ini akan semakin mengandalkan teknologi untuk mendigitalisasi layanan dan memberikan akses lebih luas kepada masyarakat, termasuk investor ritel yang selama ini terhambat oleh berbagai kendala tradisional.