
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Ratusan warga geruduk kantor Desa Kurau Barat, Rabu (4/2/2026) malam. Kedatangan warga untuk mempertahankan lahan yang dijual secara sepihak oleh perangkat desa tanpa sepengetahuan pemilik lahan.
Warga setempat, Ardi mengatakan kedatangan pihaknya untuk meminta kejelasan dari oknum perangkat desa tersebut.
“Kami mau kejelasan dan meminta yang menjual bertanggungjawab. Beraninya jual lahan kami tanpa sepengetahuan kami, ditambah itu hutan bakau,” ungkap pria 45 tahun itu.
Namun saat ini oknum aparat desa tersebut tidak ada di lokasi sehingga masa masih menunggu di kantor desa.
“Yang bersangkutan masih di Koba dan menuju kesini, ” ungkapnya.
Kericuhan ini sudah terjadi dari sore dan warga lainnya baru mengetahui bahwa lahannya dijual saat ada pembeli yang mengaku sudah membelinya.
“Kami juga baru dapat kabar pas ada pembeli bilang ini tanah dia. Kami ingin pelaku diadili, ” tegasnya.