
Dalam proses rehabilitasi, PPS Alobi dan PT Timah Tbk tidak hanya fokus pada pengobatan fisik, tetapi juga pemulihan insting liar satwa agar siap dilepasliarkan. Misalnya, untuk satwa jenis owa, mereka diberi buah yang masih terbungkus agar belajar mencari dan membuka sendiri makanannya seperti di alam.
Selain itu, kegiatan rehabilitasi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal, mulai dari penyediaan pakan hingga pemanfaatan tanaman pakan seperti kaliandra. Warga sekitar juga ikut berperan, misalnya para peternak sapi yang menyumbangkan hasil ternak untuk pakan buaya atau satwa karnivora lainnya.
Satwa liar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, seperti menyebarkan biji tanaman, membantu penyerbukan alami, hingga mengontrol populasi hewan lain.
Melalui upaya pelestarian satwa, PT Timah Tbk dan PPS Alobi berupaya memastikan bahwa fungsi ekosistem ini tetap berjalan agar manusia juga dapat merasakan manfaat dari alam yang terjaga.
“Ketika alam dijaga, maka alam pun akan menjaga manusia. Karena itu penting untuk mengembalikan satwa ke habitat aslinya,” tambah Endy.