
“Sindrom metabolik sering disebut sebagai bom waktu karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2 secara signifikan apabila tidak ditangani,” jelasnya.
Menurut dr. Hamka, kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes melitus hingga gangguan fungsi ginjal. Namun demikian, sindrom metabolik masih dapat dicegah bahkan diperbaiki apabila ditangani sejak dini.
“Kondisi ini bisa diperbaiki dan dikembalikan ke posisi sehat apabila dilakukan perubahan gaya hidup secara konsisten,” katanya.
Ia menyebut beberapa indikator yang perlu diwaspadai, di antaranya obesitas sentral atau penumpukan lemak di area perut, tingginya kadar trigliserida, rendahnya kolesterol baik (HDL), tekanan darah tinggi, serta meningkatnya kadar gula darah.