Program Mucak K3 hingga Safetins 5R, Bentuk Penerbangan Budaya K3 di PT Timah

    INTRIK.ID, BABEL — Untuk meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan, PT Timah terus berkomitmen dalam dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

    Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, PT Timah menjadikan SMKP menjadi bagian integral dari strategi perusahaan untuk memastikan operasional yang aman, efisien, dan berwawasan lingkungan.

    Anggota Holding Industri Pertambangan MIND DID ini menyadari keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi merupakan nilai dasar dalam setiap aktivitas operasional. Penerapan SMKP mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018.

    Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat Budaya K3 di seluruh lini perusahaan maupun mitra usaha melalui pelatihan rutin dan peningkatan kesadaran karyawan. Dalam beberapa tahun terakhir, PT Timah juga melakukan tranformasi Budaya K3 sebagai bentuk adaptasi pengelolaan Budaya K3 terhadap proses bisnis perusahaan. Sebelumnya PT Timah memiliki program Mucak K3 dan Budaya 5R dan SAFETINS 5R.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    PT Timah juga meningkatkan teknologi dan inovasi keselamatan dalam pengawasan tambang, mitigasi risiko, dan sistem peringatan dini untuk mencegah kecelakaan kerja.

    Perusahaan juga secara rutin melakukan audit internal, dan sertifikasi untuk memastikan implementasi SMKP berjalan efektif di lingkungan perusahaan maupun mitra usaha.

    Baru-baru ini, PT Timah bersama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batu Bara (PPSDM Geominerba) menggelar Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Mineral dan Batubara bagi karyawan dan mitra usaha PT Timah Angkatan I.

    Departement Head Corporate Communication PT Timah Anggi Siahaan mengatakan, penerapan SMKP merupakan komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Perusahaan kata Anggi, secara rutin mengadakan pelatihan K3, audit internal SMKP, serta evaluasi risiko secara berkala. Lebih lanjut, perusahaan juga aktif menggandeng pemangku kepentingan, termasuk pengawas tambang, kontraktor, dan mitra kerja untuk memastikan seluruh aktivitas operasional dijalankan sesuai prinsip keselamatan pertambangan.

    “SMKP bukan hanya soal kepatuhan, tetapi komitmen moral Perusahaan terhadap keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan usaha,” kata Anggi . (*)

    Sumber: PT Timah

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif

    Bangun Tata Kelola Bersih, PT Timah Gencarkan Edukasi Anti Penyuapan

    Bangun Tata Kelola Bersih, PT Timah Gencarkan Edukasi Anti Penyuapan

    10 Ribu UMKM Dibantu PT Timah, Dari Modal Usaha hingga Produk Tembus Pameran

    10 Ribu UMKM Dibantu PT Timah, Dari Modal Usaha hingga Produk Tembus Pameran