
“Penetapan harga dengan perkalian jumlah ekspor semuanya sama saja. Kalau alasan operasional, harusnya Bangka Tengah bisa lebih mahal karena operasional disini jauh lebih murah. Kita butuh penjelasan ini jangan sampai ada miskomunikasi dan terkesan dimainkan, ” tegasnya.
Ia juga menyatakan, jika sawit merupakan jawaban ditengah lesunya ekonomi masyarakat yang saat ini sedang berjuang karena sawit sendiri merupakan sektor strategis dan nasional yang bisa dikembangkan paska timah sebagai penopang ekonomi baru.
“Ini sudah jadi isu nasional dan sektor strategis dimana sawit bisa dijadikan penopang ekonomi paska timah. Regulasinya sudah jelas namun persamaan harga harus segera diatur agar masyarakay juga lebih memahami hal tersebut, ” ungkapnya.