
INTRIK.ID – Wartawan punya peran sentral sebagai pilar keempat demokrasi sekaligus Kontrol Sosial dalam mengawal keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pemenuhan gizi seimbang.
Namun tentunya tidak menutup kemungkinan program MBG berbasis sosial ini akan beralih kepada peluang bisnis. Prinsip bisnis modal kecil keuntungan harus besar, kondisi ini berdampak pada makanan yang disajikan kepada penerima manfaat kandungan gizinya tidak sesuai harapan.
Sebagai profesi wartawan menyajikan informasi publik peran Kontrol Sosial mengenai program MBG dapat ditinjau dari tiga aspek utama:
1. Peran Kontrol Sosial
Wartawan bertugas memastikan transparansi pelaksanaan MBG di lapangan. Mengingat skala anggaran dan cakupan program yang sangat luas, potensi kendala seperti ketidaktepatan sasaran, penurunan kualitas makanan, hingga indikasi penyelewengan anggaran perlu diawasi secara independen. Laporan investigatif yang obyektif dari pers membantu pemerintah mengidentifikasi kebocoran atau masalah operasional sejak dini.
2. Edukasi dan Literasi Publik
Di luar fungsi pengawasan, wartawan berfokus memberikan informasi edukasi yang akurat mengenai standar gizi, berdasarkan sumber kompeten bagi penerima manfaat MBG. Pemberitaan yang berimbang membantu masyarakat memahami hak mereka sekaligus mengedukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
3. Jembatan Aspirasi Masyarakat
Melalui fakta lapangan, wartawan menyuarakan suara penerima manfaat. Masukan dari sekolah, orang tua, maupun penyedia lokal menjadi umpan balik yang valid bagi pembuat kebijakan agar pelaksanaan program terus mengalami perbaikan berkelanjutan.
Namun saat melakukan peran Kontrol Sosial program MBG Wartawan perlu memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ. Mewawancarai narasumber yang kredibel, memverifikasi fakta dan menghindari sensasionalisme agar informasi yang disampaikan konstruktif demi kesuksesan program MBG ini.
Penulis: Ardam