
Intrik.id – Memahami aturan hak cipta Facebook adalah fondasi utama yang wajib dikuasai agar Anda tidak boncos tenaga dan biaya produksi. Banyak konten kreator pemula sering merasa frustrasi ketika video yang sudah susah payah dibuat tiba-tiba dibisukan atau dimatikan monetisasinya oleh pihak Meta. Pelanggaran ini sebenarnya bisa dihindari jika kreator mengerti cara kerja sistem perlindungan karya di platform tersebut.
Facebook memiliki sistem deteksi otomatis yang sangat canggih bernama Rights Manager yang mampu memindai jutaan konten setiap harinya. Teknologi ini bekerja mencari kecocokan audio dan konten video dengan database hak cipta yang telah didaftarkan oleh pemilik asli. Jika Anda tidak hati-hati dalam menggunakan aset milik orang lain, akun Anda bisa terkena pembatasan fitur permanen.
Baca juga: Konten Carousel Beri Kesempatan Tampil Ulang di Feed, Ini Penjelasan Algoritmanya
Pelanggaran yang paling sering terjadi bukanlah pencurian konten secara utuh, melainkan terjebak dalam kategori Orisinalitas Konten Terbatas atau OKT. Kebijakan ini menyasar halaman yang memposting ulang konten dari sumber lain tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan atau perubahan kreatif. Akibatnya, Facebook menilai konten tersebut tidak layak dimonetisasi karena minim usaha editorial.
Hanya sekadar mengedit video orang lain dengan memotong durasi atau menambahkan bingkai warna-warni tidak lagi cukup untuk mengelabui algoritma. Kreator dituntut untuk menghadirkan narasi suara asli, reaksi wajah yang terlihat jelas, atau penyuntingan yang mengubah makna asli konten tersebut. Tujuannya adalah menciptakan karya baru yang unik dan memberikan pengalaman berbeda bagi penonton.
Penggunaan musik latar juga menjadi jebakan paling mematikan bagi kesehatan akun karena lisensi musik di Facebook berbeda dengan platform lain. Lagu yang sedang tren di TikTok belum tentu aman digunakan di Facebook Reels atau video panjang (VOD). Pasalnya, perjanjian lisensi antara Meta dengan label musik memiliki batasan durasi dan wilayah tayang yang spesifik.
Baca juga: MacBook Pro M5 Max Perkuat Ekosistem Apple untuk Kreator dan Developer
Sangat disarankan untuk selalu menggunakan perpustakaan audio resmi atau Facebook Sound Collection yang disediakan gratis di Creator Studio. Koleksi ini menjamin keamanan konten Anda dari klaim hak cipta karena lisensinya sudah dibeli penuh oleh Meta. Sebaliknya, menggunakan musik berlisensi tanpa izin resmi seringkali berujung pada pembagian pendapatan iklan dengan pemilik lagu atau video dibisukan total.
Jika terdeteksi melakukan pelanggaran, Facebook akan memberikan sanksi bertingkat mulai dari peringatan ringan hingga pencabutan akses fitur monetisasi seperti In-Stream Ads. Status kelayakan halaman Anda akan berubah dari hijau menjadi kuning (berisiko) atau merah (dibatasi), yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya kembali. Hal ini tentu sangat merugikan bagi kreator yang menggantungkan pendapatan dari iklan.
Sanksi yang lebih berat menanti bagi akun residivis atau yang melakukan pelanggaran berulang kali dalam kurun waktu singkat tanpa perbaikan. Facebook tidak segan-segan menghapus Halaman Penggemar (Fanpage) yang memiliki jutaan pengikut sekalipun jika terbukti secara konsisten melanggar hak kekayaan intelektual. Oleh karena itu, menjaga rekam jejak akun agar tetap bersih adalah investasi jangka panjang yang krusial.
Baca juga: Algoritma TikTok Berubah, Kualitas Konten Kini Lebih Penting daripada Kuantitas
Anda memiliki hak untuk mengajukan banding atau sengketa jika merasa yakin bahwa konten yang diunggah adalah karya asli atau memenuhi kaidah penggunaan wajar. Namun, proses ini membutuhkan bukti kepemilikan yang kuat dan pemahaman hukum yang baik agar banding Anda diterima oleh tim peninjau Meta. Jangan asal mengajukan banding tanpa dasar karena bisa dianggap sebagai penyalahgunaan fitur.
Membangun aset digital memerlukan strategi jangka panjang yang berbasis pada kepatuhan terhadap aturan main platform media sosial tersebut. Pelajari dan patuhi hak cipta Facebook mulai hari ini agar jerih payah Anda dalam berkarya bisa menghasilkan pendapatan yang stabil, aman, dan berkah.