
“Dari jam 10 sampai jam 12 dan gak dikasih makan saya rasa kurang baik. Kasihan ke masyarakat. Budaya ngaret memang harus mulai dibilangin, ” tambahnya.
“Kalau bahasa Koba jangan meluntang (ngerjain orang). Undangan jam 10 datang jam 12, orang mau sholat mau makan. Dinaspun harus lebih baik mengatur ini,” tukasnya.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda mengatakan, keterlambatan yang terjadi karena ada kunjungan ke Batu Belubang dan lupa waktu.