
INTRIK.ID, BABEL – Anggaran pertanian yang mencapai triliunan rupiah seharusnya menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Namun, besarnya anggaran tidak akan banyak berarti jika program pemerintah tidak benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Persoalan inilah yang disoroti Ketua Harian II DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Mulyono Machmur, usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran anggaran pertanian agar tepat sasaran. Petani, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pemerintah mengalokasikan dana besar untuk sektor yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Mulyono menilai, petani membutuhkan saluran komunikasi dan pengaduan yang jelas untuk menyampaikan berbagai persoalan kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.
Persoalan harga komoditas, serangan penyakit tanaman, hingga kebutuhan bantuan pertanian harus segera disuarakan agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Jangan sampai hal-hal yang kecil menjadi besar, menimpa petani sehingga petani tadi menjadi terpuruk. Itu masalahnya karena tidak ada saluran,” ujar Mulyono.