
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Ketergantungan Bangka Belitung terhadap pasokan beras dari luar daerah menjadi pekerjaan rumah serius dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bangka Belitung, Melati, mengungkapkan kebutuhan beras masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai diperkirakan mencapai 146 ribu ton setiap tahun. Sementara itu, produksi padi lokal masih perlu diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
Persoalan ini menjadi perhatian Melati setelah pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, ketahanan pangan daerah tidak boleh hanya dilihat dari kemampuan memproduksi beras. Potensi perkebunan, peternakan, perikanan hingga rantai distribusi juga harus menjadi bagian dari strategi besar membangun kemandirian pangan.
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang beras. Di dalamnya ada perkebunan, ada peternakan, ada perikanan, dan seluruh mata rantai produksi hingga distribusi pangan,” ujar Melati.
Ia menilai Babel memiliki potensi untuk memperkuat sektor pangan lokal. Namun, potensi tersebut membutuhkan langkah nyata, mulai dari optimalisasi lahan pertanian, peningkatan produktivitas petani hingga dukungan pemerintah dalam mengembangkan kawasan pangan.
Tantangannya pun tidak sederhana. Perubahan iklim, ketidakpastian rantai pasok, kenaikan biaya produksi, keterbatasan lahan dan fluktuasi harga komoditas menjadi sejumlah persoalan yang perlu diantisipasi.