
Pangkalpinang Ternyata Punya 208 Hektare Tanaman Nanas
Di tengah persoalan ketergantungan beras, Melati melihat peluang lain dari potensi pertanian yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat.
Kota Pangkalpinang yang lebih dikenal sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas perkotaan ternyata memiliki lahan pertanian nanas sekitar 208 hektare.
Melati mengaku baru mengetahui potensi tersebut ketika melakukan kunjungan ke sektor pertanian di Pangkalpinang.
“Kalau kita dengar Kota Pangkalpinang, yang terbayangkan buat kita adalah tidak akan ada lahan pertanian di situ. Tapi ternyata ketika saya mengunjungi Kota Pangkalpinang, ada 208 hektare yang sudah ditanam tanaman nanas dan ini sangat potensial menjadi peluang ekonomi untuk petani-petani yang ada di Pangkalpinang,” ungkapnya.
Temuan itu menunjukkan bahwa penguatan pangan lokal tidak harus selalu bertumpu pada komoditas beras. Pengembangan tanaman pangan dan hortikultura lain yang memiliki nilai ekonomi serta peluang pasar juga perlu mendapat perhatian.
Melati berharap potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan bagi petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.