
Ia mencontohkan persoalan perkebunan sawit yang memiliki potensi pasar besar, tetapi juga menghadapi ancaman penyakit tanaman, termasuk serangan jamur.
Tanpa koordinasi, pendampingan, dan akses penanganan yang memadai, petani berisiko menghadapi persoalan tersebut sendirian hingga mengalami kerugian.
Karena itu, Mulyono menilai HKTI harus mengambil peran lebih aktif sebagai jembatan komunikasi antara petani dan pemerintah.
Anggaran Triliunan, Wakil Rakyat Diminta Ikut Mengawasi
Tak hanya soal pendampingan di lapangan, Mulyono juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI dalam memastikan program pertanian menjangkau daerah.
Ia secara khusus menyinggung peran Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Bangka Belitung, Melati, yang memiliki mitra kerja di sektor pertanian.