Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

    Caption: Ilustrasi pembungkaman oleh penguasa. (Ist)

    Secara teori, kekuasaan dapat bersumber dari jabatan, keahlian, penghargaan, maupun kemampuan memberi sanksi, sebagaimana dijelaskan oleh John R. P. French dan Bertram Raven. Masalah muncul ketika kekuasaan koersif dan legitimasi formal digunakan secara dominan tanpa diimbangi kemampuan membangun kepercayaan. Dalam situasi seperti ini, perbedaan pendapat mudah dianggap sebagai pembangkangan.

    Lebih jauh, pembungkaman kritik berkaitan dengan rendahnya psychological safety—konsep yang dikembangkan oleh Amy Edmondson. Psychological safety adalah kondisi ketika anggota organisasi merasa aman untuk berbicara tanpa takut dipermalukan atau dihukum. Tanpa rasa aman tersebut, karyawan memilih diam. Mereka berhenti memberi masukan, berhenti mempertanyakan keputusan, dan pada akhirnya berhenti peduli.

    Dampaknya tidak langsung terlihat. Laporan tetap berjalan, target mungkin tetap tercapai, dan konflik tampak minim. Namun dalam jangka panjang, budaya diam (silent culture) menggerogoti daya tahan organisasi. Inovasi menurun karena ide-ide baru tidak pernah muncul ke permukaan. Kesalahan strategis tidak dikoreksi lebih awal. Loyalitas berubah menjadi kepatuhan pasif.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook