Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

    Caption: Ilustrasi pembungkaman oleh penguasa. (Ist)

    Yang perlu dipahami, persoalan ini bukan semata-mata tentang karakter individu pemimpin. Struktur kekuasaan yang terlalu terpusat, minim evaluasi, dan lemah dalam mekanisme check and balance turut memperkuat praktik tersebut. Ketika sistem tidak menyediakan ruang dialog yang sehat, pembungkaman dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

    Padahal, kepemimpinan yang matang justru diuji saat menerima kritik. Otoritas yang kuat tidak takut pada perbedaan. Sebaliknya, ia mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif. Pemimpin yang percaya diri memahami bahwa legitimasi tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi juga dari integritas dan keterbukaan.

    Pada akhirnya, organisasi yang terus membungkam kritik mungkin akan terlihat stabil, tetapi stabilitas itu rapuh. Tanpa ruang dialog, tanpa keberanian untuk berbeda, dan tanpa mekanisme koreksi, kekuasaan berpotensi kehilangan arah. Dan ketika kekuasaan kehilangan arah, organisasi pun perlahan kehilangan masa depannya.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook