Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

    Caption: Ilustrasi pembungkaman oleh penguasa. (Ist)

    Selia Naya Kabila

    Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung

     

    Dalam organisasi yang sehat, kritik bukan ancaman. Ia adalah mekanisme koreksi. Kritik membantu pemimpin melihat titik buta, memperbaiki kebijakan, dan mencegah kesalahan berulang. Namun dalam praktiknya, tidak semua pemimpin memandang kritik sebagai bentuk kepedulian. Sebagian justru melihatnya sebagai ancaman terhadap wibawa dan kekuasaan.

    Di sinilah persoalan bermula. Ketika kekuasaan lebih difokuskan untuk mempertahankan posisi daripada memperbaiki sistem, kritik perlahan dibungkam. Tidak selalu dengan cara kasar. Kadang cukup dengan mengabaikan pendapat, membatasi ruang diskusi, atau memberi label “tidak loyal” pada pihak yang berbeda pandangan. Organisasi terlihat tenang, tetapi ketenangan itu lahir dari ketakutan, bukan dari kepercayaan.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook