Melampaui Emansipasi: Menakar Warisan Kartini dalam Fenomena Perempuan Pencari Nafkah Utama

    Pebri Yanasari, M.A

    Melalui peringatan Hari Kartini ini, mari kita ubah fokus. Perayaan ini seharusnya menjadi momentum untuk mendorong kebijakan yang adil: Dukungan di Tempat Kerja, Fasilitas yang mendukung ibu bekerja dan perlindungan dari kekerasan di lingkungan kerja; Redistribusi Peran Domestik: Membangun kesadaran bahwa nafkah dan urusan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama yang setara; Perlindungan Hukum: Memastikan setiap perempuan, terutama yang menjadi tulang punggung keluarga, mendapatkan perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan ekonomi.

    Sebagaimana kutipan ikonik Kartini, “Kita dapat menjadi manusia yang baik, manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi perempuan sejati.” Perempuan pencari nafkah utama adalah perwujudan dari “manusia sepenuhnya” tersebut—mereka yang dengan bangga mengemban tugas mulia bagi keluarga melalui kedaulatan ekonomi mereka.

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook