May Day, Titik Awal untuk Bersatu

    Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara manajemen dan karyawan tidak boleh lagi dipandang sebagai dua entitas yang terpisah. Menurutnya, keberhasilan maupun tantangan perusahaan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dihadapi secara kolektif.

    Hal ini dinilai penting untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat dan produktif.

    “Tidak boleh ada dikotomi. Tantangan perusahaan adalah tantangan bersama, begitu juga keberhasilan. Di sinilah pentingnya membangun kepercayaan melalui langkah nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.

    “Di momen May Day ini, saya berharap seluruh karyawan dan manajemen PT Timah merayakannya sebagai hari kebersamaan. Manajemen juga bagian dari pekerja, sehingga Hari Buruh harus menjadi titik awal untuk bersatu, menghadapi tantangan, dan bersama-sama mewujudkan harapan pemegang saham, yaitu negara Republik Indonesia,” sambungnya.

    Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, menyampaikan bahwa pekerja merupakan kekuatan utama perusahaan sekaligus mitra strategis Perusahaan.

    Ia menekankan pentingnya soliditas antara pekerja dan manajemen untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan peningkatan kesejahteraan karyawan serta keberlanjutan perusahaan.

    “Tidak ada perusahaan tanpa pekerja, dan tidak ada pekerja tanpa perusahaan. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook