
Sementara itu Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, Bangka Tengah belum bebas buang air besar sembarangan yang menjadi indikator stunting di Bangka Tengah.
“Di Kurau Barat paling tinggi orang buang air besar sembarang atau tidak di Toilet. Masalahnya masyarakat masih males buat toilet di Rumah. Saya terima kasih kepada teman-teman DPRD yang sudah membantu dan mengesahkan perda merealisasi wilayah kumuh, ” ucapnya kepada intrik.id.
Algafry memgungkapkan, pihaknya akan berusaha menekan angka stuntimg sampai di angka 1 bahkan 0 nantinya di 2024.
“Sekarang kita masih di belasan persen stuntingmya. Tapi kita berusaha dengan baik untuk menuntaskan stunting. Tentu dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk Bangka Tengah lenih unggul lagi,” ungkap orang nomor 1 di Bangka Tengag tersebut.(Erwin)