
Selanjutnya, jangan gunakan lensa ultrawide di kamar sempit. Hal itu lantaran akan memperlihatkan lantai yang kotor atau langit-langit yang retak. Sebaiknya gunakan lensa utama (1x) atau sedikit zoom (1,2x hingga 1,5x) dan bingkai video sebatas dada ke atas (Medium Close Up). Dengan cara ini, tumpukan kardus di pojok kamar tidak akan masuk frame konten video Anda.
Baca juga: Fitur Pencarian Postingan Publik Telegram, Permudah Navigasi Konten secara Lebih Cepat dan Akurat
Terakhir, jika Anda tidak bisa menyingkirkan barang-barang di belakang, maka gelapkan saja barang-barang itu. Ini adalah salah satu trik pencahayaan studio. Caranya, fokuskan cahaya terang (Key Light) hanya ke wajah Anda, dan biarkan latar belakang kamar Anda remang-remang.
Kemudian, Anda bisa menambahkan Practical Light (lampu hias kecil, lampu tidur, atau LED strip RGB) di belakang sebagai pemanis. Dengan cara ini, secara psikologis mata manusia akan otomatis fokus ke area yang paling terang (wajah Anda) dan mengabaikan area yang gelap (kamar yang berantakan). Jadi, meskipun di belakang ada lemari pakaian, selama tidak tersorot lampu secara langsung, itu tidak akan menjadi gangguan visual.
Dari penjelasan setup studio kamar sempit di atas bisa menjadi solusi buat konten kreator pemula yang ingin memproduksi konten di dalam rumah. Ruangan sempit tak jadi lagi penghalang untuk berkreasi di dunia digital.