Keras Menolak Belum Cukup, Bambang Patijaya Minta Aktivis Buktikan dengan Data

    INTRIK.ID, BABEL — Menolak sebuah kebijakan memang mudah dilakukan. Tantangan bagi aktivis justru muncul setelah penolakan disampaikan: apakah mampu membuktikan kritik dengan data dan melahirkan gagasan alternatif?

    Hal itu menjadi sorotan legislator DPR RI asal Bangka Belitung, Bambang Patijaya, saat berdiskusi bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Sabtu (19/9/2026).

    Di hadapan mahasiswa, perwakilan dekanat dan pengurus organisasi kemahasiswaan, Bambang mengingatkan agar aktivisme tidak berhenti pada posisi sebagai pihak yang berseberangan dengan kebijakan.

    “Pertama yang ingin saya gugah adalah landasan berpikir mahasiswa. Sebelum melakukan hal-hal besar, mahasiswa harus mempunyai landasan pola pikir terlebih dahulu,” ujar Bambang.

    Menurutnya, mahasiswa memang perlu memiliki sikap kritis. Namun, kritik akan kehilangan substansi apabila hanya berhenti pada penolakan tanpa didukung rasionalitas, data dan informasi.

    Bambang kemudian menggunakan konsep dialektika Hegel untuk menggambarkan proses tersebut. Kebijakan dapat menjadi tesis, sementara perbedaan pandangan menjadi antitesis. Dari benturan keduanya, seharusnya lahir sintesis berupa gagasan baru yang lebih matang.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook