Keluarga Apri Berdamai, Budiyono: Tetap Lanjut, Saya Sudah Kirim Surat Pucuk Pimpinan TNI

    Caption: Apri warga Lingkungan Matras, Kelurahan Matras saat meminta perlindungan hukum,didampingi kuasa hukum Budiyono dan saksi

    “Perkara ini akan kita dalami tidak gegabah untuk melakukan upaya hukum , apakah ada unsur pidana atau hanya salah paham kita tampung dulu. Setelah kita pelajari secara terukur ditemukan unsur pidana, dimana dilakukan oknum anggota TNI maka kita tidak bisa melakukan ke pidana umum. Kita akan berkordinasi dan layangkan surat resmi dengan pihak Polisi Militer ( PM ) di Pangkalpinang. Bila perlu kita berkirim surat secara resmi dengan pucuk pimpinan TNI,” ujarnya.

    Tidak kaleng – kaleng Bos, jika ditemukan unsur Pidana Budiyono menyatakan akan berkirim surat juga dengan pihak perusahaan CV. Jaya Mandiri

    “Langkah selanjutnya kita akan menghubungi pihak perusahaan ( CV Jaya Mandiri – red ) menanyakan keberadaan peristiwa itu dan menanyakan alasan perusahaan menggunakan oknum anggota TNI sebagai pengamanan aktivitas pertambangan, karena kita harus berimbang. Kalau benar perusahaan tersebut menggunakan oknum anggota TNI apakah atas nama pribadi atau sudah kantongi surat khusus dari pimpinan, untuk melakukan pengamanan di perusahaan dimaksud. Karena kalau benar tindakan arogansi dilakukan, tidak layak sebagai anggota TNI masih ada cara humanis. Menjadi pertanyaan sudah sedemikian darurat kah kegiatan pertambangan diperairan laut Matras, sehingga pihak perusahaan harus menurunkan oknum anggota TNI, untuk pengamanan aktivitas pertambangan,” tanya Budiyono.

    Sementara itu menurut keterangan saksi saudara Junai warga Matras, oknum anggota TNI itu dari kesatuan tertentu bertugas mengamankan kegiatan pertambangan milik CV. JM

    “Kejadian Rabu ( 11/10/2023) sore dimana oknum anggota TNI itu lagi nyetir mobil dan langsung mengarah kepada Apri ( Korban ). Beruntung saat itu mobil nyalep karena pasir pantai, kalau tidak nyalep mungkin Apri sudah kena tabrak. Nah oknum anggota TNI langsung turun dari mobil dan mencekik Apri seraya Apri dibawa ke perahu untuk menunjukkan barang bukti biji timah. Menurut keterangan dari CV JM anggota TNI Itu dari kesatuan tertentu mengamankan kegiatan CV. JM milik Asiang. Untuk diketahui saya sebagai nelayan pernah menandatangani berkas CV. JM masuk Matras,” ungkap Junai.

    Lebih lanjut Junai menuturkan bahwa Apri sebagai seorang tuna wicara ( Bisu ) bekerja sebagai juru parkir perahu.

    Pages: 1 2 3 4
    Mungkin Suka Ini juga:
    Manjakan Pelanggan Restoran dan Cafe Yunsu Punya Tempat Baru

    Manjakan Pelanggan Restoran dan Cafe Yunsu Punya Tempat Baru

    Kapal Bocor Nyaris Tenggelam, Dua Nelayan Muntok Diselamatkan Kapal yang Kebetulan Melintas

    Kapal Bocor Nyaris Tenggelam, Dua Nelayan Muntok Diselamatkan Kapal yang Kebetulan Melintas

    Pengendara Motor Tewas Usai Terserempet Mobil di Jalur Pangkalpinang-Toboali, Polisi Buru Pengemudi

    Pengendara Motor Tewas Usai Terserempet Mobil di Jalur Pangkalpinang-Toboali, Polisi Buru Pengemudi

      Ikuti kami di Facebook