
Waduk Cengklik salah satu objek wisata favorit di Boyolali untuk menikmati panorama sunset. Menawarkan beragam wahana permainan seru dan daya tarik utama menjelajah Kampung Sakura.
Memiliki luas permukaan air 300 hektar, Waduk Cengklik yang berada di Boyolali ini sudah berdiri sejak 93 tahun yang lalu. Waduk ini berfungsi sebagai sumber pengairan bagi persawahan sekitar, namun baru-baru ini waduk juga dijadikan sebagai tempat wisata baru oleh masyarakat. Selain untuk menarik minat masyarakat, potensi wisata yang dimilikinya juga terbilang tinggi.
Baca juga: Umbul Cokro Klaten, Destinasi Wisata Air Bermain Rafting dan River Tubing
Nama Waduk Cengklik sudah terkenal di berbagai daerah, sehingga dapat disimpulkan bahwa waduk ini telah menjadi ikon baru dari Kabupaten Boyolali. Sesuai dengan pernyataan pengelola wisata waduk setempat, pembukaan waduk sebagai tempat wisata memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah.
Tak hanya pemandangan waduk yang memukau setiap pasang mata, terdapat juga beberapa stand makanan yang dikelola sendiri oleh masyarakat setempat. Setelah lelah berjalan menikmati pemandangan waduk, Anda dapat dengan mudah menemukan kuliner pengganjal perut. Berbagai macam makanan dan minuman disediakan oleh para penjual stand di kawasan Waduk Cengklik Park.

Bendungan air yang telah berdiri hampir satu abad ini pastinya memiliki segudang cerita sejarah yang menarik untuk dibahas.
Tujuan awal dibangunnya waduk ini adalah untuk membantu pengairan lahan perkebunan yang dimiliki oleh Mangkunegaran. Maka dari itu, pihak Mangkunegaran Solo meminta kerja sama dengan pemerintahan kolonial Belanda untuk membangun sebuah bendungan air. Pembangunan waduk ini memakan waktu selama 2 tahun dengan dibantu oleh pekerja dari pribumi.
Wilayah pertama yang dijadikan sebagai waduk bernama Dusun Cengklik, nama dari dusun ini kemudian digunakan sebagai penamaan waduk itu sendiri. Hasil dari pembangunan bendungan air ini sangat memuaskan, dimana sekitar 1.578 hektar lahan sawah mendapat pengairan secara baik.