
Lebih lanjut narasumber menyebutkan saat proses penghapusan kantin dan selasar, ada tim survei dari Badan Keuangan Daerah ( Bakuda ) Pemprov Babel dengan solusi Jika direlokasi ukuran bangunannya harus sama.
“Sebelum bangunan kantin basah dan selasar dirobohkan , kalau tidak salah ada tim survei dari Bakuda Pemprov Babel. Solusinya jika direlokasi kantin dan selasar ukurannya harus sama seperti awal. Nah pertanyaan pertanggung jawaban dana sebelumnya bagaimana? Waktu sudah berlangsung hampir 4 tahun,” ucap narasumber.
Disisi lain Dirut RSUD Soekarno Babel Ira Ajeng Astried saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut relokasi kantin dan selasar. Dirinya mengatakan pihaknya sedang menyiapkan anggaran untuk relokasi.
“Kami sedang menyiapkan anggaran untuk relokasi,” jawabnya . Namun saat ditanya soal alkes 2 unit Defibrilator hilang bantuan BNPB tahun 2022 orang nomor satu di RSUD Soekarno Babel itu tidak menjawab. Pada hal kalau betul hilang yang bersangkutan sebagai penerima hibah barang milik negara.
Sesuai naskah hibah tahun 2022 Nomor: 43/BNPB/SDMUM/RT.03.03/12/2022, Nomor: 445/035/RSUDP/2022. Defibrilator diterima sebanyak 5 buah merk Phillips Efficia.